Banjarbarupost.id, BANJARBARU – Peresmian Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial, Kalimantan Selatan, menyisakan cerita unik yang menyentuh hati. Di tengah kerumunan warga, seorang anak perempuan melakukan aksi nekat nan polos demi bertemu langsung dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Senin (12/01/2026).

Antusiasme warga Banjarbaru sudah terlihat sejak pagi hari di depan gerbang lokasi acara. Mereka berjejer rapi, berharap bisa bersalaman atau sekadar melihat sosok kepala negara dari dekat. Namun, perhatian massa seketika teralihkan saat mobil kepresidenan mulai bergerak meninggalkan lokasi peresmian.
Aksi Berani di Atas Mobil RI 1
Di tengah keriuhan tersebut, seorang anak perempuan dengan berani mendekati mobil iring-iringan. Tanpa ragu, ia memanjat sisi mobil hingga berhasil berdiri di bagian pijakan atau running board dan sedikit naik ke arah atap untuk menarik perhatian sang Presiden.
Melihat aksi berani bocah tersebut, Presiden Prabowo yang berada di dalam mobil segera meminta pengawal untuk melambatkan laju kendaraan. Bukannya merasa terganggu, Prabowo justru membuka kaca jendela dan menyapa anak tersebut dengan senyuman khasnya.
Tanda Tangan di Atas Selembar Kertas
Anak perempuan itu rupanya membawa sebuah kertas berisi gambar sketsa wajah Prabowo Subianto yang ia buat sendiri. Dengan tangan gemetar karena haru, ia menyodorkan kertas tersebut.
Momen ikonik pun terjadi: Presiden Prabowo langsung mengambil kertas itu dan membubuhkan tanda tangannya tepat di hadapan sang anak, disaksikan oleh ratusan warga yang bersorak riuh.

“Ini adalah bentuk kecintaan anak muda kita. Spontanitas seperti ini menunjukkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat memang memberikan harapan baru bagi pendidikan mereka,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Peresmian Sekolah Rakyat
Kunjungan Presiden ke Banjarbaru hari ini agenda utamanya adalah meresmikan Sekolah Rakyat, sebuah program unggulan di bawah naungan Kementerian Sosial yang bertujuan memberikan akses pendidikan inklusif bagi masyarakat prasejahtera di Kalimantan.
Setelah memberikan tanda tangan dan memberikan pesan singkat agar anak tersebut rajin belajar, iring-iringan Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bandara Syamsudin Noor. Momen singkat ini menjadi bukti kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyatnya di awal tahun 2026 ini. (pmw)

