Banjarbarupost.id, KOTABARU – Sekitar 126 orang mahasiswa dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK ULM melaksanakan kegiatan praktik lapang yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Teluk Tamiang, Kabupaten Kotabaru, pada Kamis (23/10).

Kegiatan praktik lapang merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas sedangkan kegiatan bersih-bersih Pantai bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Ramadhani, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai sosial dan lingkungan yang tinggi. “Kami ingin agar praktik lapang ini tidak sekadar menjadi kegiatan akademik biasa. Melalui aksi bersih-bersih pantai, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir,” ujarnya.
Dosen pendamping, Pak Deddy Dharmaji, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk membentuk karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan.
“Sebagai calon pengelola sumber daya perairan, mahasiswa perlu memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Mereka harus memahami bahwa menjaga kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” terangnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin dalam kurikulum lapangan program studi.
Salah satu mahasiswa peserta, Arbainah, mengaku bangga bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain bisa belajar langsung di lapangan, kami juga bisa berbuat sesuatu untuk lingkungan. Melihat pantai menjadi lebih bersih memberi rasa kepuasan tersendiri,” tuturnya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai lokasi pesisir lainnya.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Teluk Tamiang. Pak Hendra, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa yang telah peduli terhadap kebersihan pantai.
“Biasanya banyak sampah yang terbawa arus dan menumpuk di sini. Kegiatan mahasiswa ini menjadikan pantai jadi lebih bersih dan nyaman dikunjungi. Kami sangat berterima kasih,” katanya.
Melalui kegiatan praktik lapang yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pantai ini, mahasiswa berhasil menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan harus diiringi dengan tindakan nyata.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Adanya semangat kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk mewujudkan pantai yang bersih, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Pmw)












