Banjarbarupost.id- BANJARBARU – Sekelompok Yang Mengatas Namakan Masyarakat Adat datang dengan ke kantor gubernur kalimantan selatan dengan membawa bendera putih bertuliskan Aliansi Masyarakan Adat Meratus pada jumat (15/08/2025) Sore sekitar pukul 14:30 Wita berorasi di depan kantor gubernur.
Selain masyarakat adat perwakilan dari Walhi juga turut berhadir

“Kami disini selaku masyarakat adat ingin menyampaikan bahwa kami menolak Taman Nasional untuk Meratus” Ujar salah satu orator.
Tak lama orasi diperdengarkan Gubernur H.Muhidin beserta Wakil Gubernur Bapak H. Hasnuryadi turut menemani menghadap para penyampai aspirasi.
“Jadi gini yang namanya taman nasional itu kita bisa membantu, beda dengan hutan lindung kami tidak bisa membantu, kalopun sifatnya taman nasional nanti merugikan para masyarakat adat atau mengusir saya siap mundur jadi Gubernur, kita sama-sama demo kebijakan yang merugikan masyarakat sekitar” Ucap H. Muhidin

Perwakilan dari Walhi pun turut ambil menyampaikan pendapatnya
“Sesuai sepengetahuan kami taman nasional itu tidak cocok di tanah borneo, dan yang kamj takutkan nantinya seperti taman nasional Komodo yang dimana warga lokal disana tidak bisa memanfaatkan alam yang ada disana karena butuh izin dan laporan” Ucapnya
Terakhir Gubernur H. Muhidin pun memberikan solusi terakhirnya
“Kalo memang bapak/ibu ingin membuktikan bagaimana sifat dari taman nasional bisa ikut ke jakarta, kita ke kementrian sama-sama nanti bersama perwakilan minimal 5(lima) orang yang ikut nanti kita ke Kementrian Kehutanan disana” Ucapnya
Dan beliau berjanji terkait SK Masyarakat Adat akan segera di urus.

Dengan mendengar statment tersebut Masyarakat beserta perwakilan Walhi pun mencoba menyetujui usulan Gubernur untuk selanjutnya menindak lanjuti persoalan Taman nasional tersebut ke Kementrian.(Bjbid.pmw)

